Artikel Kesehatan

Search Our Site

Mentimun atau TimunTimun atau mentimun diperkirakan berasal lebih dari 10.000 tahun yang lalu di Asia selatan. Para penjelajah memperkenalkan sayuran ini ke India dan tempat-tempat lain di Asia. Sayuran ini sangat populer pada jaman Mesir kuno, Yunani dan Roma, dan digunakan orang tidak hanya sebagai makanan tetapi juga karena dapat menyembuhan kulit. Budi daya dalam rumah kaca awalnya diciptakan selama masa Louis XIV, yang sangat menyukai sayur mentimun.

Meskipun tidak diketahui kapan proses pengawetannya menjadi acar dimulai namun para peneliti beranggapan bahwa berbagai macam tanaman ini dikembangkan di benua Afrika. Pada masa yang lampau, Spanyol adalah salah satu negara yang membuat acar mentimun dan kekaisaran Romawi mengimpor darinya.

Manfaat Kesehatan
Daging / bagian dalam mentimun bukan hanya banyak mengandung air namun juga vitamin C dan sejenis asam (caffeic acid), keduanya ini dapat meredakan iritasi kulit dan mengurangi bengkak. Kulit mentimun yang keras banyak mengandung serat serta berbagai macam mineral kaya manfaat, termasuk di antaranya silika (silikon dioksida), potasium dan magnesium.

Silika pada timun adalah komponen penting bagi kesehatan jaringan ikat, termasuk di antaranya, otot, tendon, ligamen, tulang rawan, dan tulang. Jus timun sering dianjurkan untuk menambah asupan silika guna memperbaiki kesegaran dan kesehatan kulit, ditambah dengan kandungan airnya yang banyak menjadikannya sangat baik bagi kesegaran kulit. Timun secara khusus juga digunakan untuk mengatasi beberapa masalah kulit, di antaranya: kantung mata dan kulit terbakar akibat sengatan matahari. Dua kandungan dalam mentimun, yaitu vitamin C dan asam caffeic dapat mencegah pembekuan cairan sehingga mentimun bisa kita gunakan untuk mengobati kantung mata, kulit terbakar akibat sengatan matahari dan radang kulit.

Suatu Cara yang Mudah untuk Meningkatkan Konsumsi Air dan Serat
Meningkatkan konsumsi serat pada menu sehari-hari adalah kebutuhan bagi banyak orang. Menyertakan timun yang segar dan renyah sebagai sayuran pada makanan kita sangat baik karena kaya akan serat dan secara alami timun mengandung banyak cairan yang dibutuhkan tubuh pada saat banyak mengkonsumsi serat. Ditambah lagi, kita akan mendapat bonus vitamin C, silika, potasium dan magnesium.

Menderita Hipertensi / Tekanan Darah Tinggi? Mentimun Mampu Meredakannya
Bagi orang-orang yang sedang menjalani diet untuk mengatasi penyakit tekanan darah tinggi, studi mengatakan makanan yang banyak mengandung potasium, magnesium dan serat dapat menurunkan tekanan darah hingga pada batas yang aman.